Friday, December 09, 2005

Witness

kemarin, 9 Desember ' 05 saya dapat pekerjaan baru dari boss. Tugas luar kantor. Duuuhh... gaya banget seehh, kayak udah jadi asisten manager saja. hehehe... maklumlah pekerjaan saya sehari-hari memang hanya duduk depan PC. makanya waktu saya di tugaskan untuk keluar kantor, dalam hati saya senang juga : jarang-jarang bisa jalan2.
hari itu saya harus jadi FBI. Saya di beri foto seseorg, kemudian saya di beri beberapa alamat gedung yang harus saya datangi, dan tugas saya adalah mematai-matai orang yang ada dalam foto itu, apakah ia ada di dalam gedung tersebut. singkatnya, saya harus jadi saksi (witness) kehadiran orang tersebut di gedung itu, tanpa diketahui oleh orang yang bersangkutan. Wadduuuh... !!! saya bingung : apa yang harus saya lakukan??? saya takut dikira teroris.
di antar taksi, Jam 8:25 saya sudah sampai di gedung pertama di kawasan jenderal soedirman. Deg2an juga. Apalagi, saya ini paling susah kalo' di suruh bohong dan berpura-pura. masuk gedung saya di tanya oleh seorang satpam :
"pagi bu, mau ke lantai berapa"
"eeemmmm... mau ke banknya pak, sebelah mana ya?"
"silahkan sebelah kanan"
Pffuuuiiihhh.... lolos juga di pintu pertama.
masuk bank, jantung saya tambah berdebar-debar. aahh... cuek aja. saya lalu duduk di tempat customer. saya perhatikan, belum ada petugas yang bekerja. meja teller masih tutup, customer service juga belum di buka. beberapa karyawan yang sudah dateng, sibuk menyiapkan meja kerjanya masing2. lalu... "ada yang bisa saya bantu?", DEG!!! saya kaget, lalu menoleh kesamping. seorang satpam dengan wajah curiga memandang saya sambil tersenyum dengan terpaksa. "Oh, saya mau ke lantai 4, tapi sedang menunggu teman dulu. saya numpang duduk di sini ya...pak?", jawab saya setenang mungkin. tanpa berkata satpam itu pergi meninggalkan saya.
satu, dua menit. lama banget sihh...! lima, sepuluh, ya allah...cepetin dong orang itu dateng. alhamdulillah, tak lama kemudian orang yang saya tunggu dateng. saya pura2 telp. saya perhatikan dia. cukup sudah, saya harus ke tempat berikutnya.
di tempat kedua. alhamdulillah... ada lobby nya pikir saya memperhatikan gedung ini. lalu saya masuk seperti karyawan biasa. saya dekati petugas car call. sedikit senyum pasti tidak di curigai. benar saja petugas itu tidak curiga sedikit pun. mungkin dia pikir saya sedang menunggu mobil pribadi menjemput saya. 5, 10, 25 menit... duuhhh... lama ya.., kaki saya sudah pegal berdiri. untung ke menit ke 35 orang yang di tunggu datang juga. dan... 10 menit sudah cukup memperhatikan aktifitasnya di gedung ini.
saya kembali ke kantor. langsung buat laporan ke boss.
"thanx wijil, good job!", kata boss mendengar laporan saya.
alhamdulillahh... sepertinya hari itu panjang sekali buat saya. lalu saya pulang dan tidur...Zzzz....zz....Zzz....

I Love You

Ini keluh kesah pertama sejak saya menikah 20 November '05 yang lalu. bayangkan saja, kami baru bersama sekitar 20 hari dan rasanya baru semenit merasakan nikmatnya bulan madu, kemudian harus berpisah lagi. maklum.., saya dan suami tinggal dalam pulau yang berbeda. saya di Jawa (jakarta) sedang suami di sumatra (pekanbaru). Duuuhhh... penganten baru githu loocchhh.., tau sendiri kan... pren... pengennya dekeeettt... terus.. ;P

selama ini alat komunikasi yang namanya handphone jadi barang yang saya rawat dengan sebaik-baiknya. Bagaimana tidak, alat canggih itu jadi alat yang sangat berharga sekali buat saya melebihi apapun. setiap hari dialah yang menghubungi saya dengan suami tercinta. Sampe2 saya harus bawa charger kemanapun saya pergi, khawatir jika suami telp ato sms batere-nya sedang lowbet.

Tapi, bagaimana pun canggihnya komunikasi, kebahagiaan bertemu langsung memang tidak akan pernah tergantikan oleh apapun. Meski setiap hari sms ato telpon, rasa kangen ingin bertemu dengan suami sangat besar. Suatu waktu, saya ingin ngobrol dengan suami urusan kantor. lalu saya kirimi sebuah pesan sangat singkat :
"aa lagi apa ? aku kangen, kayaknya agak berat nihh... kalo' kita jauh-jauhan terus"
Tapi.... ternyata.... : semua nomor nya masuk layanan voicemail, dan sms nya pending. Duuhhh.... ;(

Satu setengah jam kemudian, ada sms dari suami :
"maaf, baru dapat sinyal. aku lagi di duri. i miss u... :) sabar ya... sgala sesuatu memang butuh perjuangan. Biar hasilnya berasa lebih nikmat. do'a kan aa untuk selalu dekat dengan kamu"

membacanya, aku hanya tersenyum. lalu... sebuah pesan singkat muncul kembali :
"saat ini tanganku memang tak sanggup memelukmu, tapi hatiku akan tetap erat memelukmu. muuuaahhh... I love u, sayang".

hhmmm... sejuk sekali hati ini. meskipun jauh di mata tapi suamiku selalu ada di hati. hilang semua keluh kesah hari ini.

Begitulah suamiku. Dia memang bukan tipe cowok romantis. tapi, dia selalu tau bagaimana caranya untuk menentramkan gundahku. I love u too... :)

Tuesday, December 06, 2005

n@rs!s

narsis. pasti udah sering banget denger kata ini. jujur aja, saya baru mendengar 2 kali. pertama di tv (saya lupa di stasiun mana, dan program apa), dan ke dua dari adhiet - teman saya "yg narsis juga" ;)

korek punya korek ternyata narsis itu artinya : kelebihan kepercayaan diri, ato over confidence. kalo' di sekeliling kita ada orang2 yang senang sekali memajang foto dirinya, itu yang namanya narsis. tapi menurut diskusi kecil2an sama temen2, ternyata narsis itu juga bisa di sebutkan untuk orang yang senang sekali pamer diri, selalu ingin tampil di depan umum, selalu ingin dilihat oleh orang lain. pokoknya yg serba "selalu" alias berlebih. tapi mohon maaf, saya belum menemukan arti narsis di kamus bhs Ind (msh ada yg jual gak ya...??). ini cuma ulasan teman2 ngobrol.

saat ini saya sedang berpikir : narsis itu tindakan negatif ato positif. ada beberapa tmn saya yg senang sekali kalo' dirinya di sebut narsis. seolah-olah itu potensi diri yang layak di puja. tp... ada juga yg dgn tampang bete kalo di bilang narsis, seperti seorang psikopatan.

yang saya lihat ; budaya "berlebih" ato "pamer" memang sudah jadi bagian dari masyarakat kita.

Monday, December 05, 2005

i'm back

Kembali lagi setelah libur panjang.

Gara2 anak-anak di kantor lagi keranjingan blog, saya jadi inget sama blog sendiri. Udah lama nehh.. gak terjamah ;) Lagi gak konsen (alasan klise yang saya buat sendiri). biasa.... setiap tindakan ada alasan pemaafnya.

alasan pemaafnya : - ato... pembenar yaa... ??? aahh... sutra laahhh....-
persiapan pernikahan. ya... setiap menit sepertinya ada aja... yg dipikirkan soal satu ini. baju, catering, souvenir, undangan, penghulu, dll, sepertinya menghipnotis saya untuk tidak memikirkan yang lain. sampe-sampe.... saya juga lupa sama blog ini ;P

kenapa saya tidak menceritakan tentang pernikahan, atooo... malam pertama saya disini??? hehehe... ;) maaf seribu maaf. biarkan kenikmatan itu tidak tergores. Cerita itu ada dalam hati dan jiwa saya. biarkan saya menikmatinya dengan suami tercinta saja :)